Pro Mark : Bagi teman-teman yang memiliki artikel untuk dimuat pada jurnal ini dapat dikirimkan kepada kami, dapat via e-mail ke : kana_ati@yahoo.com atau ikbali@yahoo.com atau sedan_alus@yahoo.com

Senin, 12 Desember 2011

MENINGKATKAN PELAYANAN PELANGGAN MELALUI MULTI DISTRIBUTION CHANNEL

oleh : I Made Wirya Suputra
(Dipublikasikan pada : ProMark Vol.2 No.1 Juni 2011, hal.57-63)

ProMark Reg :0050611

ABSTRACT

Distribution channels move products and services from businesses to consumers and to other businesses. Also known as marketing channels, channels of distribution consist of a set of interdependent organizations—such as wholesalers, retailers, and sales agents—involved in making a product or service available for use or consumption. Distribution channels are just one component of the overall concept of distribution networks, which are the real, tangible systems of interconnected sources and destinations through which products pass on their way to final consumers.

In the technology era, the function of distribution channel more than just move the product, but also delivering information, more accessibility before process buying, along with transaction, until interaction with the whole buying process. Channel management is the activity that very strategic in delivering product to the customer. In filling customer needs, the company has vary channel distribution for distribute its product to customer. Because of it, multi-distribution channel concept become more and very important in the competition era.

Multi distribution channel is the distribution activity that use more than one channel distribution. With multi distribution channel, the company will able to increase its service, and therefore the company become more competitive.

Kata Kunci : multi-distribution channel, pelayanan pelanggan, competitive.

PENDAHULUAN

Peran saluran distribusi (distribution channel), yang menurut Kotler adalah Place, merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam marketing mix, yaitu Product, Price, Place, dan Promotion. Selain berfungsi untuk memindahkan produk dari satu tempat ke tempat lain, Place atau distribusi juga berperan menghubungkan konsumen dengan perusahaan, yaitu tempat untuk menempatkan (menjual) produk, dan memperkenalkan produk.

Kemudahan mendapatkan produk atau jasa perusahaan oleh konsumen sangat menentukan keberhasilan perusahaan. Bahkan peran distribution ini dapat menentukan kelangsungan hidup perusahaan. Suatu produk yang telah memiliki harga yang kompetitif, memiliki mutu yang baik, dan dibantu dengan promosi yang baik pula, tidak akan bisa memenangkan persaingan.

Menyadari hal tersebut di atas, perusahaan selain mengelola produk dengan baik, perusahaan juga harus mengelola channel . . . . . . . (baca_selengkapnya)

Artikel lengkap dikompilasi oleh/hubungi :
Kanaidi, SE., M.Si (Penulis, Peneliti, PeBisnis, Trainer dan Dosen Marketing Management).
e-mail ke :kana_ati@yahoo.com atau kanaidi@poltekpos.ac.id

Butuh Artikel lainnya?, click di :

Norma dan Etika Bisnis yang Islami dalam Meningkatkan Niat Beli Kembali Konsumen (Customer Repurchase Intentions)

oleh : Saryono

(Dipublikasikan pada : ProMark Vol.2 No.1 Juni 2011, hal.64-70)

ProMark Reg :0060611

ABSTRAK

Etika adalah bagian dari filsafat yang membahas secara rasional dan kritis tentang nilai, norma atau moralitas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa moral berbeda dengan etika. Norma adalah suatu pranata dan nilai mengenai baik dan buruk, sedangkan etika adalah refleksi kritis dan penjelasan rasional mengapa sesuatu itu baik dan buruk. Berbuat curang kepada orang lain adalah perbuatan buruk. Ini berada pada tataran moral, sedangkan kajian kritis dan rasional mengapa berbuat curang kepeda orang lain itu buruk apa alasan pikirannya, merupakan lapangan etika. Untuk mewujudkan Tujuan Bisnis yang sesuai dengan syariat Islam perlu diperhatikan Strategi bisnis yang digunakan dan tentunya dengan Etika Bisnis yang Islami.

Keywords : Etika Bisnis, Strategi Bisnis, Tujuan Bisnis

1. Pendahuluan

Islam tidak pernah memisahkan bisnis dengan etika, sebagaimana tidak pernah memisahkan ilmu dengan akhlak, politik dengan etika, perang dengan etika dan kerabat sedarah daging dengan kehidupan Islam. Islam adalah risalah yang diturunkan Allah melalui rasul untuk membenahi akhlak manusia. Nabi Muhammad saw bersabda, “ Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia.”

Islam juga tidak memisahkan agama dengan negara dan materi dengan spiritual sebagaimana yang dilakukan Eropa dengan kosep sekularismenya. Islam juga berbeda dengan konsep kapitalisme yang memisahkan akhlak dengan ekonomi.

Manusia muslim, individu maupun kelompok, dalam lapangan bisnis disatu sisi diberi kebebasan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya, namun disisi lain, ia terikat dengan iman dan etika sehingga ia tidak mutlak dalam menginvestasikan modalnya atau membelanjakan hartanya. Masyarakat muslim tidak bebas tanpa kendali dalam memproduksi segala sumber daya alam, medistribusikannya, atau mengkonsumsinya.

Para pakar ekonomi non muslim mengakui keunggulan sistem bisnis Islam. Menurut mereka, Islam telah sukses menggabungkan etika dan bisnis, sementara sistem kapitalis dan sosialis . . . .. . . (baca_selengkapnya)

Artikel lengkap dikompilasi oleh/hubungi :
Kanaidi, SE., M.Si (Penulis, Peneliti, PeBisnis, Trainer dan Dosen Marketing Management).
e-mail ke :kana_ati@yahoo.com atau kanaidi@poltekpos.ac.id

Butuh Artikel lainnya?, click di :

PENGARUH PERSONAL SELLING TERHADAP TINGKAT MINAT BELI PELANGGAN PERUSAHAAN SURATPOS KILAT KHUSUS DI KANTOR POS BANDUNG

oleh : Imam Kambali & Anisa Fuadillah - 2011
(Dipublikasikan pada : ProMark Vol.2 No.1 Juni 2011, hal.70-84)

ProMark Reg :0070611

ABSTRAK

PT. Pos Indonesia (Kantor Pos Bandung) bergerak di bidang jasa komunikasi, antara lain, layanan pengiriman Suratpos Kilat Khusus. Persaingan di bidang ini makin ketat dengan semakin banyaknya perusahaan jasa titipan swasta. Salah satu upaya memenangkan persaingan, Kantor Pos Bandung melakukan promosi dengan personal selling.

Tujuan penelitian ini, antara lain, untuk mengetahui pengaruh personal selling terhadap tingkat minat-beli pelanggan perusahaan.

Metode penelitian dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner kepada 100 orang responden dan wawancara. Responden adalah pelanggan SKH. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis korelasi dan analisis regresi.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa besarnya pengaruh personal selling terhadap minat beli adalah sebesar 21,20%, sedangkan sisanya sebesar 78,80% dipengaruhi oleh tingkat minat beli pelanggan. Agar minat beli pelanggan SKH di Kantor Pos Bandung semakin banyak/meningkat, maka disarankan para petugas personal selling Kantor Pos Bandung lebih ditingkatkan lagi kemampuannya dalam mengatasi keberatan-keberatan konsumen, semisal diberi pelatihan bagaimana membujuk dengan asertif dan peningkatan teknik negosiasi yang handal, dapat juga dengan cara memberikan potongan harga (diskon) bagi pelanggan khusus yang memenuhi syarat pada saat personal selling.

Kata kunci : Personal Selling dan Tingkat Minat Beli

A. PENDAHULUAN

Latar Belakang

PT. Pos Indonesia (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa : komunikasi, logistik, dan jasa keuangan. Jasa komunikasi diwujudkan dalam bentuk usaha, antara lain, jasa pengiriman surat/dokumen dan barang ukuran kecil, semisal kado (selanjutnya ditulis suratpos).

Pada saat ini jasa pengiriman suratpos terjadi persaingan yang makin ketat dengan semakin menjamurnya perusahaan jasa titipan swasta (jasa kurir espres swasta) yang melayani pengiriman surat dan barang domestik (dalam negeri). Apalagi perusahaan-perusahaan jasa swasta dalam promosinya, sebagian besar, menawarkan jangka waktu pengiriman yang lebih cepat, dengan pelayanan yang lebih memuaskan, dan biaya/tarif pengiriman yang bersaing dibandingkan dengan yang ditawarkan oleh PT Pos Indeonesia.

Salah satu layanan unggulan PT Pos Indonesia dalam pengiriman suratpos adalah Suratpos Kilat Khusus (SKH). SKH diposisikan sebagai layanan premium pengiriman suratpos. Untuk tujuan kota pulau Jawa waktu tempuhnya paling lama 24 jam, sedangkan untuk tujuan di luar pulau Jawa waktu tempuhnya paling lama 48 jam. Beberapa keunggulan SKH adalah . . . . (baca_selengkapnya)

Artikel lengkap dikompilasi oleh/hubungi :
Kanaidi, SE., M.Si (Penulis, Peneliti, PeBisnis, Trainer dan Dosen Marketing Management).
e-mail ke :kana_ati@yahoo.com atau kanaidi@poltekpos.ac.id

Butuh Artikel lainnya?, click di :